Minggu, 02 Desember 2018

Penyebab Penyakit Hidrosefalus Pada Janin


Penyebab Penyakit Hidrosefalus Pada Janin - Penyakit hidrosefalus yang disebabkan karena kelebihan cairan kepala, cukup sering ditemukan di indonesia. Kelebihan cairan tersebut menyebabkan terjadinya penekanan di jaringan otak, khususunya pusat-pusat syarat vital, sehingga kepala si penderita tampak membesar. Baca juga: Cara membersihkan rahim setelah melahirkan

Kenapa hidrosefalus terjadi?

Pada kondisi normal di kepala akan di produksi cairan cerebrospinal yang banyak berfungsi dalam metabolisme otak, diantaranya untuk membersihkan zat-zat sisa di otal dan memberi makanan ke sel-sel otak. Cairan ini diproduksi sebanyak kurang lebih 500 ml perhari dan selalu di serap oleh tubuh. Karena berbagai hal, seperti sumbatan akibat tumor, kekeruhan akibat infeksi, produksi yang terlalu banyak, akan terjadi penumpakan cairan serebrospinal di kepala. Penumpakan cairan ini dikenal sebagai hidrosefalus.

Lalu apa akibat hidrosefalus?

Hidrosefalus akan menyebabkan lingkar kepala anak membesar bahkan sampai ukuran ekstrem, tetapi pembesaran bersifat abnormal sehingga fungsi otak tertekan. Tertekanya otak oleh penumpukan cairan di kepala akan menyebabkan fungsi otak terganggu sehingga perkembangan anak terlambat. Penekanan otak juga mengakibatkan nafsu makan anak terganggu akibat tertekanya otak tengah oleh cairan yang berlebihan. Ukuran kepala yang makin besar menyebabkan anak kesulitan bergerak sehingga anak hanya dapat berbaring dan dapat menyebabkan infeksi paru tambahan. Pembesaran ukuran kepala akan mengakibatkan teregangnya kulit kepala sehingga makin menipis dan mudah terjadi luka. Singkatnya efek pembesaran kepala akan menimbulkan efek berantai yang makin memperburuk kondisi penderitanya.

Terapi hidrosefalus memiliki 2 prinsip utama, mengatasi hidrosefalus dan mengatasi penyebab hidrosefalus. Untuk mengatasi hidrosefalus dapat dilakukan operasi pemasangan selang dari kepala ke perut (VP shunt) yang dilakukan oleh dokter bedah saraf. Prinsip pemasangan VP shunt ini merupakan mengalirkan cairan yang menumpuk di kepala ke perut sehingga otak terbebas dari tekanan. Selain itu dengan perkembangan teknologi, penumpukan cairan di kepala dapat diatasi dengan teknik neuroendoskopi. Teknik ini lebih menguntungkan karena tidak memerlukan pemasangan alat tambahan kedalam tubuh yang terkadang menimbulkan komplikasi tambahan. Dengan kedua teknik tersebut sebagian besar hidrosefalus dapat tertangani, terutama lingkaran setan hidrosefalus. Permasalahannya adalah seringkali pasien yang datang ke dokter bedah saraf sudah dengan lingkar kepala yang demikian besar sehingga pemasangan VP shunt atau neuroendoskopi tidak terlalu menolong lagi. 

Tanda-tanda awal hidrosefalus, berikut ini:
  • Lingkar kepala
  • Pelebaran pembuluh darah balik
  • Ubun-ubun kepala terlambat menutup
  • Muntah tanpa ada sebab yang lain
Pengobatan 

Penanganan hidrosefalus bertujuan untuk mencegah kerusakan otak akibat openingktan tekanan intrakranial dengan memperlancara aliran dari cairan serebrospinal. Pengobatan pada hidrosefalus dapat dilakukan operasi bedah saraf menggunakan teknik shunt, di mana cairan serebrospinal yang berlebihan dialirkan keluar melalui tabung selang. Aliran cairan serebrospinal ini dapat diarahkan langsung ke jantung (ventriculoatrial shunt) atau ke rongga perut (ventriculoperitoneal shunt).

Itulah Penyebab Penyakit Hidrosefalus Pada Janin yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terimakasih sudah berkunjung di blog kami www.artikelkesehatan08.blogspot.com




Baca juga artikel lainya:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Mengobati Asam Lambung Dengan Kunyit

Cara Mengobati Asam Lambung Dengan Kunyit artikelkesehatan08.blogspot.com - Permasalahan pada lambung rasanya sering dialami oleh ...